Ini Alasannya Sakit Jantung Lebih Mematikan di Musim Hujan

Bookmark and Share



undefinedIlustrasi 
 Cuaca dingin seperti saat musim hujan tidak hanya meningkatkan risiko serangan jantung, tetapi juga risiko kematian yang diakibatkan olehnya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyebabnya bukan hawa dingin tetapi justru suasana hati.

Temuan ini cukup mengejutkan karena selama ini faktor suhu udara selalu jadi kambing hitam atas meningkatkan kasus serangan jantung di musim dingin. Beberapa pakar mengaitkannya dengan viskositas atau kekentalan darah yang meningkat saat cuaca dingin, sehingga tekanannya naik.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Bryan Schwartz dari Heart Institute di Good Samaritan Hospital Los Angeles menunjukkan bahwa suhu sangat kecil pengaruhnya. Bahkan dalam beberapa kasus, meningkatnya risiko kematian akibat serangan jantung tidak ada kaitan langsung dengan suhu.

Dalam penelitian yang telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Heart Association ini, Dr Schwartz menyebut risiko kematian akibat serangan jantung meningkat di musim dingin karena banyak orang jadi galau atau depresi. Karena depresi, orang jadi kehilangan semangat dan malas bergerak lalu risiko serangan jantung meningkat.

"Contohnya pasien yang pernah gagal jantung kongestif jadi tidak terlalu mematuhi diet rendah garam. Hal itu memperburuk retensi cairan dan gagal jantungnya, bahkan bisa memicu kematian," kata Dr Schwartz seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (7/11/2012).

Hal itu disimpulkan Dr Schwartz usai mencatat dan mengamati 1,7 juta kematian akibat serangan jantung di musim dingin. Pengamatan dilakukan di 7 lokasi di Amerika Serikat yang memiliki perbedaan suhu rata-rata yang sangat bervariasi, namun tetap menunjukkan kecenderungan yang sama yakni kasus kematian akibat serangan jantung meningkat di musim dingin.

Faktor lain yang diyakini juga berhubungan dengan peningkatan risiko kematian akibat sakit jantung di musim dingin adalah infeksi virus influenza maupun pilek. Pada musim dingin, kasus influenza dan sejenisnya memang mengalami peningkatan dan itu bisa memperburuk kondisi gangguan jantung.

sumber

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar